
-550x550.jpg)

-80x80.jpg)
Selama kurun waktu satu abad belakangan. kaum muslimin disodori pengajaran Tauhid yang keliru. Ini yang menyebabkan hilangnya Dinul Islam secara kaffah. Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa sallam dalam sebuah Sabdanya, menjelaskan tentang tiga pilar berdirinya Dinul Islam. Itulah Iman - Islam - lhsan. Iman itulah aqidah. Tauhid. Dari sini pentingnya memahami dan mengamalkan Tauhid yang benar. Tauhid yang banyak berkembang kini berasal dari versi kaum Wahhabi dan Tauhid-nya kalangan modernis Islam. Di tambah problem besar pada filsafat yang berasal dari barat, yang melahirkan modernitas hingga postmodernitas. Hal ini berhubungan dengan aqidah. Tauhid. Karena dari sanalah, urusan syariat menjadi ditentukan. Ketika Tauhid berkata, bahwa Allah berada di suatu tempat, bukan di dunia, maka urusan kehidupan dunia, seolah menjadi wewenang manusia. Ketika Tuhan dikatakan sebuah ide atau pemikiran, maka seolah manusia memiliki qudrah dan iradah untuk melakukan segala hal di dunia. Tauhid versi inilah yang membuat kekeliruan dalam Islam. Shaykh Abdalqadir as-sufi mengajarkan lagi Tauhid dalam perspektif tasawwuf, yang menjamin kemurnian Tauhid. Karena Tauhid dari tasawwuf ini merupakan Tauhid Qur'ani, yang bersumber langsung dari nash AI-Qur'an. Dari Kitab ini akan nampak bagaimana mendudukkan dan memahami Allah Subhanahu Wa Ta'ala secara benar. Buku ini mengulas habis, bantahan atas versi Tauhid-nya kalangan Wahabbi, sampai kesesatan dalam Wahdatul Wujud. Dan kemudian menggambarkan duduk perkara tentang Nur Muhammad, yang wajib dipahami kaum muslimin. Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Mei 2024
- Stock: In Stock
- Publisher: MAHKAMAH K1
- Weight: 258.00g
- Dimensions: 15.00cm x 23.00cm x 2.00cm
- SKU: MDG240588